2011-01-19

THE ESQ WAY 165..???

Semalam ketika menaiki ktm dari seremban ke nilai aku ditakdirkan bertemu dengan seorang makcik, Acik Julia namanya. kami berborak agak lama sebelum terbukanya isu ESQ, acik Julia merupakan seorang alumni ESQ.Dia memberitahuku yang ESQ sangaaat bagus, dia memuji-muji pak Ary Ginanjar.katanya dia tidak pernah berjumpa dengan seorang lelaki yang berceramah sambil menangis. acik Julia sempat berjumpa dengan ramai org2 terkenal antaranya mukhriz mahathir, musa hitam, erra fazira, dan ziela jalil.aku sekadar mendengar dan bertanya tentang pengisian pogram.acik Julia nampaknya bersungguh mengajak aku menyertai ESQ (siap bagi nombor handphone dia lagi). nampaknya waktu tidak mengizinkan aku menyatakan pendirianku tentang ESQ memandangkan train sudah sampai di nilai.


Disini aku terangkan serba sdikit perihal kekeliruan dalam ESQ yang telah diharamkan oleh Mufti Wilayah-Wilayah Persekutuan, Datuk Wan Zahidi bin Wan Teh dan pendapat beberapa pengkaji ESQ.

Datuk Wan Zahidi :

sila baca hasil kajian datuk wan zahidi di link ini :
http://www.imranshamsir.com/ilmiah/fatwa-berkaitan-esq-leadership-training/



gambar ini menunjukkan keakraban Dr. Ary Ginanjar bersama Danah Zohar, seorang yahudi yang memperkenalkan SQ :
Spiritual intelligence (SQ) is unfortunately often overlooked in coaching and development. SQ is not about religion, it is related to that part of the brain which allows us to hope and dream and visualize and to connect us to our purpose in life. It is the trigger in our intelligence which entices us to seek meaning and a greater good by differentiating between good and evil. - dipetik daripada http://dzohar.com/



H Amin Djamaluddin, Pengurus Majelis Ulama Indonesia ( MUI) :

sila lihat link ini :
esq-tentang-asma-Allah-jelas-menyimpang
 
Antara yang dipertikaikan adlah :

1- penggunaan asma' Allah

...kesalahan yang paling mendasar dalam buku ESQ ini adalah penyimpangan makna Asmaul Husna. Ini adalah penyimpangan yang ingin menyaingi Allah SWT...

“walillahil asmaa`ul Husna fad’uuhu bihaa.” Begitu perintah Allah dalam Al-Qur'an. Terjemahan Depag disebutkan, “Hanya milik Allah asmaa-ul husna, maka bermohonlah kepada-Nya dengan menyebut asmaa-ul husna itu.”




Tapi Asmaul Husna dalam buku ESQ diartikan menyimpang. Misalnya “Al-Majid” diartikan saya bersifat mulia. “Al-Majid”nya Allah diartikan Ary Ginanjar dengan makna “saya bersifat mulia.” Mengaku sebagai orang yang mulia itu adalah sifat yang angkuh dan sombong. Kalau orang lain yang menilai kita mulia, itu ndak masalah. Tapi kalau kita sendiri yang mengaku mulia, ini kan pengakuan yang angkuh dan sombong.

2- suara hati atau conscience
Dalam buku tersebut Ary Ginanjar menulis imbauan: “Pergunakanlah suara hati anda yang terdalam sebagai sumber kebenaran, yang merupakan karunia Tuhan” (Rahasia Sukses Membangun Kecerdasan Emosi dan Spiritual ESQ, hal. liv).


Al-Qur'an surat Al-Baqarah ayat 147 Allah menyatakan: “Al-haqqu min robbika.” Kebenaran itu hanya dari Allah. Jadi tidak ada jaminan kebenaran berdasarkan suara hati.



Farid Achmad Okbah, ulama' Bekasi (alumni ESQ ke-46) :

 sila lihat link ini pula : mereka-bertanggungjawab-kepada-Allah-atas-setiap-kesalahan-esq
 
Antara yang dibincangkan ialah:

"Nasihat saya sampaikan secara tertulis kepada Pak Ary Ginanjar melalui sekretarisnya, yaitu Pak Hasan. Akan tetapi sejak tahun 2006 sampai sekarang sepertinya belum ada perubahan-perubahan yang terjadi dalam ESQ ini. "

Yang saya ketahui, saudara Ary Ginanjar selalu menyatakan, “Ini adalah training manajemen bukan training agama.” Pernyataan ini telah berkali-kali dia sampaikan. Padahal di dalam training itu hampir seluruhnya berkaitan dengan agama. Masalahnya, argumentasi tentang agama inilah yang bermasalah.


"…Karena kesalahan itu dilakukan di depan umum, maka koreksinya juga harus dilakukan di depan umum…"


Ary Ginanjar selalu membawakan hadits “Takhallaquu bi-akhlaaqillaah” (berakhlaklah kalian dengan akhlak Allah). Pernyataan ini disampaikan dalam pelatihan ESQ maupun dalam buku. Di bagian terakhir buku itu didoktrinkan tentang Asmaul Husna yang harus diikuti. Padahal ini adalah penyimpangan.


                .........................................................................

Ini semua adalah sekadar satu pendedahan kepda para pembaca....namun, persoalannya siapakah di belakang ESQ?? dan adakah ESQ memdokong misi dan visi yang besar??pendedahan ini akan bersambung...

No comments:

Post a Comment

~ thanks for your comments~